Koma hiperglikemik (koma diabetik). Kadar gula darah yang sangat
tinggi disebut hiperglikemi. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil cek gula
darah yaitu di atas 200 mg/dl. Keadaan hiperglikemik bisa menyebabkan koma pada
penderitanya. Koma adalah istilah medis yang menerangkan bahwa kondisi
seseorang kritis dan tidak sadarkan diri. Tubuhnya masih hidup dan jantung,
paru-paru, serta ginjal masih bekerja. Namun, dia tidak sadar dan tidak bisa
berbuat apa-apa. Koma karena hiperglikemi disebut juga koma hiperglikemik atau
koma ketoasidotik, yang bisa berlangsung sehari hingga beberapa hari. Ada
bermacam-macam koma hiperglikemik, tetapi yang paling sering terjadi adalah
koma diabetik atau koma ketoasidotik. Penyebab hiperglikemik antara lain karena
kurangnya dosis insulin atau obat. Asupan makanan yang terlalu banyak
dilanjutkan dengan lupa mengonsumsi obat atau insulin juga dapat mengakibatkan
kondisi hiperglikemi.
Biasanya, gejala yang terjadi
sebelum koma adalah keluhan khas diabetes yang bertambah hebat, yaitu semakin
cepat haus, semakin banyak minum, dan badan semakin lemah serta dari napas akan
tercium bau khas aseton sebagai tanda keracunan aseton. Aseton sendiri adalah
produk sisa metabolisms protein dan lemak dalam tubuh yang 'terpaksa' digunakan
karena karbohidrat dalam tubuh sudah habis.
Selain itu, penderita juga akan
mengalami mual, gelisah, dan kram otot. Jika tidak cepat diobati dan gula darah
cepat diatur, maka penyakit ini bisa menjadi lebih berat lagi dan terjadilah
penurunan kesadaran atau koma. Koma semacam ini dapat terjadi baik pada
diabetes tips-2 maupun pada diabetes tipe-1.
Pada diabetes tipe-1, koma tidak
harus didahului oleh infeksi. Koma dapat segera terjadi begitu penderita tidak
mendapat suntikan insulin, atau sudah diberi tapi terlambat atau dosisnya
kurang dari yang seharusnya. Itulah sebabnya diabetes tipe-1 harus selalu
mendapatkan insulin tepat waktu dan tepat dosis. Tidak jarang, orang baru
ketahuan menderita diabetes tipe-1 setelah mengalami koma hiperglikemik.
.png)